Langsung ke konten utama

Memahami Tugas dan Kewenangan Pelaksana tugas atau Pejabat Sementara Kepala Daerah Kab.Batu Bara

Frinsip Hukum Batu Bara 09.Maret 2018.

Penunjukan Pjs Bupati Batubara selama PLT Bupati Batu Bara(H.RM.Harry Nugroho,SE) menjalankan cuti diluar tanggungan Negara untuk melaksanakan kampanye pada Pilkada serentak tahun 2018 dari tanggal 15 Februari 2018 sampai dengan 23 Juni 2018.

Gubernur Sumatra Utara (DR.Tengku Erry Nuradi) menegaskan kepada Pjs Bupati Batu bara (M.Faisal Hasrimy) agar dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
“Patuhi aturan yang berlaku juga harus menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN),’’ Jelas nya.

Penunjukan Plt atau Pjs Kepala Daerah sering kali menjadi isu yang panas yang menarik untuk diperbincangkan, baik oleh para pejabat itu sendiri maupun oleh masyarakat awam, yang tentunya berangkat dari pemahaman dan kepentingan yang berbeda antara kaum elit yang memahami aturan dan undang undang dengan Masyarakat awam. Tak jarang pula, ada suara-suara yang sering kali muncul ke telinga khalayak ramai bahwa Plt atau Pjs dapat melakukan perombakan terhadap pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ditinggalkan oleh Kepala Daerah Defenitif dengan ragam motif politik. Pertanyaannya adalah, benarkah Plt atau Pjs Kepala Daerah mempunyai TUGAS dan KEWENANGAN yang sama dengan Kepada Daerah Defenitif sehingga dapat dengan seenaknya melakukan perombakan terhadap Pimpinan SKPD yang ditinggalkan oleh Kepala Daerah sebelumnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya tertarik mencari tahu dan memahami aturan yang mengatur terkait Tugas dan Wewenang Plt atau Pjs.

Bagaimanakah tugas dan kewenangan seorang Pelaksana tugas (Plt) dan Pejabat sementara (PJS) Kepala daerah?
kita dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2008 pada 132A, yang berbunyi :

Ayat (1) : Penjabat kepala daerah atau pelaksana tugas kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (1) dan ayat (3), serta Pasal 131 ayat (4), atau yang diangkat untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah karena mengundurkan diri untuk mencalonkan/dicalonkan menjadi calon kepala daerah/wakil kepala daerah, serta kepala daerah yang diangkat dari wakil kepala daerah yang menggantikan kepala daerah yang mengundurkan diri untuk mencalonkan/dicalonkan sebagai calon kepala daerah/wakil kepala daerah dilarang :

1.Melakukan mutasi pegawai;

2.Membatalkan perijinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya dan/atau mengeluarkan perijinan yang bertentangan dengan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya;

3.Membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan dengan kebijakan pejabat sebelumnya;

4.Membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat sebelumnya.”

Dan Ayat (2) : Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

Jadi berdasarkan Peraturan tersebut jelaslah bahwa kewenangan seorang Pelaksana tugas (Plt) kepala daerah atau Pejabat sementara (Pjs) kepala daerah sangat terbatas kerjanya terutama pelarangan untuk empat (4) hal tersebut diatas, sebagaimana yang diatur dalam pasal 132 A ayat (1). Seorang Pelaksana tugas (Plt) atau pejabat sementara (Pjs) Kepala Daerah dapat melaksanakan/melanggar ketentuan ini jika mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri sesuai pada Ayat (2) pasal yang sama.

Namun, dalam prosesnya Meski sudah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri, perombakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sering kali dikait-kaitkan dengan isu kepentingan politik juga kepentingan Pelaksana tugas (Plt) atau Pejabat Sementara (Pjs).

Ayat (2) pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2008 pada 132A yang memberikan kewenangan kepada Pelaksana tugas (Plt) atau Pejabat Sementara (Pjs) untuk melaksanakan wewenang yang telah dilarang pada Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2008 pada 132A setelah  Menteri Dalam Negeri memberikan persetujuan tertulis, sama sekali tidak dapat membendung adanya isu kepentingan lain dalam proses mutasi atau perombakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Ditambah lagi, jika dalam proses perombakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) didapati kejanggalan atau sarat persoalan, isu kepentingan politik atau kepentingan pribadi Pelaksana tugas (Plt) atau Pejabat sementara (Pj) dalam melakukan Mutasi pejabat atau perombakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak dapat dihindari.

Oleh sebab itu demi optimalnya kinerja Pemerintah daerah, meskipun segala aturan dalam proses Mutasi atau perombakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilakukan oleh Pelaksana tugas (Plt) atau Pejabat sementara (Pj) telah sesuai dengan aturan yang berlaku sebagaimana dijelaskan sebelumnya diatas, Mutasi atau perombakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilakukan olehPelaksana tugas (Plt) atau Pejabat sementara (Pjs)haruslah sesuai dengan kebutuhan Daerah itu sendiri, juga harus didasari oleh asas profesionalitas untuk menghindari kecurigaan masyarakat dan isu adanya KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) dalam proses Mutasi atau perombakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Memahami situasi untuk ketentraman masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat Dan Ketentuan Penangguhan Penahanan.

Prinsip Hukum Medan 08 Maret 2018 Aturan Tentang Penangguhan Penahanan. Terkait dengan penangguhan penahanan, dapat kita lihat ketentuan yang di atur dalam Pasal 31 ayat (1) UU No. 8 Tahun1981 Tentang Hukum Acara Pidana, (“KUHAP”) yang berbunyi: Atas permintaan tersangka atau terdakwa, penyidik atau penuntut umum atau hakim, sesuai dengan kewenangan masing-masing, dapat mengadakan penangguhan penahanan dengan atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang, berdasarkan syarat yang ditentukan. Prinsip Hukum Tersangka J.T.M meminta permohonan penangguhan penahanan kepada RERSKRIM POLDASU melalui kuasa hukumnya Edward Manihuruk, SH Maka Dengan demikian (J.T.M) salah seorang tahanan Direktorat RESERSE KRIMINAL UMUM POLDASU yang di kenakan pasal 372,378 KUHP. Melalui kuasa hukumnya Edward Manihuruk, SH  telah melakukan permohonan penangguhan penahanan Kepada Direktur Reserse Kriminal Umum POLDASU  AKBP. Andi Rian . Syarat penangguhan penahanan adalah sebagai ...

Tidak Terawat Nya Terminal Bus Di Daerah Sumatra Utara

Terminal. Pengertian Terminal bisa kita katakan sebagai alat atau tempat pemeroses,dimana suatu kegiatan di lakukan untuk memungkinkan kendaraan lalu lintas agar para pengguna atau penumpang dapat memproses perjalanan atau meneruskan perjalanan. Terminal angkutan umum bisa kita simpulkan dalam sistem jaringan transportasi jalan tempat terjadinya putus arus yang merupakan prasarana angkutan yang berfungsi  pokok sebagai pelayan umum. Berupa tempat kendaraan umum menaikan dan menurunkan penumpang atau barang bongkar muat barang. Berdasarkan Keputusan Direktorat Jendral perhubunagn Darat No.31 Tahun 1993 tentang terminal Transportasi jalan Terminal berfungsi: 1.Fungsi terminal bagi penupang adalah untuk kenyamanan menunggu,kenyaman perpindahan dari suatu moda atau kendaraan yang satu ke moda atau kendaraan yang lain,tempat tersedianya fasilitas-fasilitas dan informasi (Peralatan parkir ,ruang tunggu,papan informasi,toilet,toko,loket dll) serta pasilitas parkir kendaraan pribadi...

Biodata Otto Hasibuan

Otto Hasibuan Pengacara Kondang, Sekaligus Pencipta Lagu Dainang PHOTO BY Instagram Lahir: Pematang Siantar, 05/05/1955 Pendiri: Pendiri dan Pengacara Otto Hasibuan & Associates (-) Karir: Wakil Sekretaris Cabang Jakarta DPP Ikadin (-) Ketua Cabang Jakarta Barat DPP Ikadin (-) Wakil Sekjen DPP Ikadin (-) Sekjen DPP Ikadin (-) Ketua Umum DPP Ikadin (2003-2007) Ketua Umum DPP Ikadin (2007-2012) Ketua Umum DPN Peradi (2005-2015) Pendiri dan Pengacara Otto Hasibuan & Associates (-) Pendidikan: Program Sarjana, Fakultas Hukum UGM (-) Comparative Law Course, University Technology of Sidney (-) Program Doktoral, UGM (-) Penghargaan: Profesor Kehormatan dari Universitas Jayabaya, Tanda kehormatan atas pengabdian bidang hukum dan keadilan (2014) Sosial Media: @ottohsb (twitter) Otto Hasibuan lahir di Pematang Siantar pada 5 Mei 1955. Ia adalah salah satu...