Prinsip Hukum Batu Bara, Minggu 11 Maret 2018.
Khotbah Yohanes 15:9-17,
Oleh : Pdt.R.Hutabarat M.Div
Thema : “Tetap hidup dalam kasih Allah”
Jemaat HKBP Sei Bejangkar yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,masi siap untuk melayani tuhan.
Dengan kondisi Gereja masi dalam perbaikan,dan agak sedikit berantakan. Namun semangat para pengurus Gereja dan para jemaat HKBP Sei bajangkar, Tidak surut semangat nya untuk melakukan Pelayanan memuji dan memuliakan nama Bapa di surga Tuhan Yesus Kristus.
![]() |
| Prinsip Hukum Khotbah HKBP Sei Bejangkar oleh Pdt.R.Hutabarat M.Div |
Karna kasi karunia yang di berikan kepa kita,Sehinga para jemaat HKBP Sei bejang melakukan Pembangunan Gereja,demi terselengara nya tempat ibadah yang baik dan layak untuk memuji nama tuhan allah amin. Kasi yang di ajarkan Tuhan yesus kristus melekat di hati jemaat HKBP Sei Bejangkar,para Anak-Anak jemaat yang berada di perantauan memberikan semangat dan Bantuan demi terselenggara nya pembangunan Gereja tersebut.
Dalam kotbah nya Pdt.R.Hutabarat.M.Div menjelaskan. Kita mengetahuai Setiap orang butuh dikagumi. Kita butuh di cintai,butuh dipelihara,butuh dijaga, disembuhkan dan dikasihi. Selanjutnya kita juga butuh ditemani, diterima, diampuni, didamaikan, didampingi, dimengerti, ditolong, diakui, disambut dan di hargai.
Kita juga butuh di bimbing, dihibur, diarahkan, di topang, diberi petunjuk dan diberi kebebasan.
Semua itu merupakan kebutuhan dasar hidup kita,Untuk memperoleh semuanya itu Allah menyapa kita dengan mengingatkan kita lewat Firman Nya hari ini untuk, tetap hidup dalam kasih Allah dengan :
(Thema). Bagaimanakah sikap setiap orang yang hidup dalam kasih Allah?
![]() |
| Prinsip Hukum HKBP Sei Bejangkar |
Dalam yohanes 15:9-17, Yesus memberi perintah untuk saling mengasihi. Tuhan lebih dahulu telah mengasihi kita,setiap orang yang hidup dalam kasih Allah, berarti meyakini dan mensyukuri kasih Allah yang telah kita terima dan alami. Seturut dengan itu kita juga di tuntut untuk meneladani kasih Allah tersebut dengan mengasihi sesama. Melakukan kasih memang tidaklah semudah mengatakan dan seindah mengungkapkannya, namun kasih membutuhkan hati yang tulus dan menuntut pengorbanan yang bukan segampang yang kita bayangkan. Yesus mengajarkan kasih yang sesungguhnya yaitu kasih yang bersetandar “agave”. Kasih agave adalah kasih yang tak bersyarat. Kasih agave adalah sifat inti Allah, karena Allah adalah kasih.
(1Yohanes 4:7-12 ; 1 Kor.13:1-13). Kasih agave bukan sekedar sebuah gerakan hati yang lahir dari perasaan, melainkan gerakan kehendak, pilihan yang sengaja di Dilakukan. Sikap seperti inilah yang semestinya dimiliki setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus.
Ditengah Zaman dan situasi seperti sekarang ini,kecendrungan manusia hidup egois, mementingkan diri sendiri, mau menang sendiri dan seterusnya. Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,Sadar atau tidak sadar, setuju atau tidak setuju, Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi dan tinggal di dalam kasihNya. Tuhan mengasihi kita sebagaimana kita juga harus mengasihi sesama. Allah mengaruniakan Roh Nya bagi kita untuk memampukan kita dalam melakukan kasih tersebut. Amin


Komentar
Posting Komentar