Bergotong Royong Budaya Masyarakat Indonesia Yang Selalu Di Lakukan Masyarakat Bong-Bonggan Kab,Simalunggun
Photo kegiatan masyarakat bergotong royong perbaikan jalan
Kondisi riil dalam kehidupan sehari-hari kehidupan ekonomi
misalnya, yang semula masyarakat pedesaan sebagian besar pada sektor pertanian,
setelah masuknya masa industrialisasi, semangat gotong royong masyarakat
berkurang, hal ini disebabkan karena masyarakat sekarang cenderung besifat
individualistis, sehingga ada anggapan umum ” hidup bebas asal tidak mengganggu
kehidupan orang lain”. Kondisi riil lainnya seperti pola pikir agamis yang
menjadi ciri bangsa berketuhanan, sekarang ini semakin tergeser oleh pola
pikir materialis yang mengukur dan menilai sesuatu berdasarkan nilai material.
Dalam kehidupan bernegara pun masyarakat kita yang dulunya menjunjung tinggi
budaya musyawarah untuk mencapai mufakat sebagai metode mengambil keputusan,
kini hanya mementingkan golongan sebagai pimpinan partai politik saja.
Akhirnya berdasar dari kondisi
riil tersebut diatas hingga banyak orang sering mengatakan bahwa budaya gotong
royong masyakat kita mulai memudar dapat saya maknai sebagai sebuah
keprihatinan yang sangat mendalam. Karena menurut analisis kami semua itu terjadi
karena bangsa Indonesia sudah jauh melupakan sejarah. Padahal sejarah adalah
hukum yang kelak akan menguasai kehidupan manusia. Para pendiri bangsa ini
pernah berpesan ”Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”, karena sejarah sebagai
cermin untuk melangkah kedepan. Mempelajari sejarah, bukan berarti kembali ke
masa yang lampau, akan tetapi sejauh mana kita bisa mengambil makna dari
kehidupan pendahulu-pendahulu kita untuk bisa menjadi penerus dalam membangun
kehidupan bangsa ini.
Fenomena yang terjadi saat ini,
salah satunya merupakan dampak karena kita tidak pernah mempelajari sejarah.
Lihat bagaimana masalah suatu partai politik (parpol) saat ini, seolah-olah
menjadi masalah seluruh rakyat Indonesia, padahal bangsa dan Negara Indonesia
tidak dibangun dengan parpol. Bangsa ini dibangun dengan komitmen untuk
mengangkat harkat dan martabat hidup rakyat Indonesia terbebas dari belenggu
penjajahan. Contoh misalnya melaui momentum Sumpah Pemuda sebagai hari lahirnya
bangsa Indonesia, dengan komitmen pemuda dari Sabang sampai Merauke yang
menyatakan bertanah air satu, berbangsa satu yaitu bangsa Indoensia serta
menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia
Hal ini menunjukkan bahwa
perjuangan bangsa ini sangat mengedapnkan prinsip gotong-royong sebagai suatu komitmen
untuk mencapai cita-cita sebagai bangsa yang merdeka. Menurut kami apabila
prinsip ini dijalankan maka tidak ada pertentangan yang mengarah pada
perpecahan. Musyawarah yang dijalankan secara kekeluargaan dan terbangun dengan
suasana kegotong-royongan akan menghasilkan permufakatan yang akan dijalankan
bersama-sama, salah satu contoh masyarakat nagori janger leto kec pane tongga
kab simalungun masi menjaga erat sifat dasar bangsa indonesia yaitu sifat
bergotongroyong .
Kebersamaan Membangun desa masyarakat bong bongan selalu bergotong royong
Di situasi indonesia saat ini yang sudah mencanangkan dana di
setiap desa dengan harapan agar seluruh desa bisa mandiri sehinga pemerintah
pusat sudah membuat undang-undang desa dan menyiapkan angaran desa,tetapi di
nagori jangerleto terkusus di huta bong-bongan analisis kami melihat bahwa
masyarakat disana bisa melakukan pembangunan tanpa ada bantuan dari pemerintah
sebab masyarakat sudah melakukan pembangunan jalan dan pembuatan drenase yang
dimana seluruh angaran bangunan itu adalah hasil dari swadaya masyarakat,ini
adalah salah satu bentuk kepedulian membantu ekonomi negara.
Dengan budaya gotong
royong diharapkan yang akan memberikan pembelajaran kepada kita semua.
Bagaimana kita belajar saling menghormati, menghargai pendapat orang lain,
bersikap objektif, tidak berburuk sangka dan tidak melecehkan antara satu
dengan yang lainnya, saling memberikan ilmu dan saling tolong menolong
merupakan cerminan sikap kekeluargaan yang terbangun dengan sikap
gotong-royong.
Selanjutnya diakhir ulasan ini, untuk membangun dan memotivasi
kembali semangat gotong royong tentunya tidak hanya sebatas seremonial seperti
diperingati dan dicanangkan saja. Akan tetapi pemerintah perlu melakukan
pendekatan kepada seluruh elemen masyarakat untuk dibimbing, dimotivasi dan
difasilitasi secara bertahap melalui program-program pembangunan agar jatidiri
nilai-nilai semangat gotong royong dapat terbangun kembali.
Membangun desa.
Kita indonesia




Komentar
Posting Komentar